Kegiatan Pematahan Dormansi Benih Padi Inpari 42 Agritan dan Inpari 45 Dirgahayu di Laboratorium UPTD BPSB Pertanian NTB

Varietas padi Inpari 45 Dirgahayu dilepas sebagai benih unggul nasional pada Tahun 2019 dengan SK Menteri Pertanian 82/HK.540/C/02/2019. Varietas padi Inpari 42 Agritan dilepas pada Tahun 2016 SK Mentan No. 372/Kpts/TP.010/6/2016.

Varietas Inpari 45 ini berasal dari persilangan varietas cibogo/ciherang, umur tanaman kurang lebih 116 hari setelah semai, dengan potensi hasil 9,5 ton/ha. Cocok ditanam pada lahan sawah irigasi dataran rendah (0-600 mdpl). Inpari 42 agritan umur tanaman kurang lebih 112 hari dengan potensi hasil 10,586 ton/ha GKG.

Dormansi benih adalah suatu keadaan benih mengalami masa tidur atau dorman, dimana benih tidak akan mengalami pertumbuhan atau perkecambahan walaupun ditanam dalam kondisi yang optimum.   Lamanya benih mengalami masa dorman berbeda pada setiap varietas.

Dormansi dapat dipatahkan dengan perlakuan untuk mengaktifkan kembali benih yang dorman. Ada berbagai cara perlakuan yang dapat diklasifikasikan yaitu pengurangan ketebalan kulit atau skarifikasi, perendaman dalam air, perlakuan dengan zat kimia, penyimpanan benih dalam kondisi lembab dengan suhu dingin dan hangat atau disebut stratifikasi dan berbagai perlakuan lain.

Pematahan dormansi ini dilakukan untuk mengetahui daya berkecambah dari varietas inpari 42 dan inpari 45 secara cepat dan tepat dengan metode atau perlakuan seperti diatas yaitu terdiri dari 55 perlakuan + 1 kontrol per varietasnya.